Analisis Statistik Pernikahan Kabupaten Nganjuk: Potret Demografi Januari 2026

NGANJUK – Mengawali tahun 2026, dinamika sosial di Kabupaten Nganjuk menunjukkan tren yang menarik dalam hal pernikahan. Berdasarkan data terbaru bulan Januari 2026, tercatat sebanyak 545 pasangan telah meresmikan ikatan janji suci mereka.

Berikut adalah bedah data lengkap mengenai latar belakang pendidikan, status, usia, hingga persebaran wilayah pernikahan di Kabupaten Nganjuk.

1. Dominasi Lulusan Menengah Atas dalam Jenjang Pendidikan

Tingkat pendidikan pasangan pengantin di Nganjuk didominasi oleh lulusan SLTA/Sederajat. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pasangan memilih untuk membangun rumah tangga setelah menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

 

Tingkat PendidikanCalon SuamiCalon IstriTotal
SLTA / Sederajat311308619
SLTP / Sederajat10278180
Diploma IV / Strata I5484138
Tamat SD / Sederajat6860128

Catatan Menarik: Terdapat tren di mana jumlah istri dengan latar belakang pendidikan Strata I (84 orang) jauh lebih tinggi dibandingkan suami (54 orang), menunjukkan tingginya partisipasi perempuan Nganjuk dalam pendidikan tinggi sebelum menikah.

2. Status Perkawinan: Mayoritas Pernikahan Pertama

ISTRI\SUAMIBELUM KAWINCERAI HIDUPCERAI MATI
BELUM KAWIN370121
CERAI HIDUP584516
CERAI MATI111814

Berdasarkan status perkawinan, sebagian besar pasangan merupakan pengantin baru yang belum pernah menikah sebelumnya. Namun, angka pernikahan kembali bagi mereka yang berstatus cerai hidup maupun cerai mati juga tetap signifikan.

Suami (Belum Kawin): 439 orang

Istri (Belum Kawin): 383 orang

Pasangan Sesama Belum Kawin: 370 pasangan

Data menunjukkan angka Cerai Hidup pada pihak calon istri (119 orang) lebih banyak ditemukan dibandingkan calon suami (75 orang) dalam statistik pernikahan bulan ini.

3. Usia Ideal Menikah: Puncaknya di Angka 22-27 Tahun

Kelompok usia 22 hingga 27 tahun menjadi masa paling produktif bagi warga Nganjuk untuk melangsungkan pernikahan.

Puncak Usia Suami: Kelompok usia 25-27 tahun (133 orang).

Puncak Usia Istri: Kelompok usia 22-24 tahun (148 orang).

Pernikahan di Bawah Umur (kurang dari 19 tahun): Masih ditemukan sebanyak 11 orang (3 suami, 8 istri), yang menjadi perhatian bagi program pendewasaan usia perkawinan.

Usia Senior (lebih dari 52 tahun): Tercatat ada 46 orang yang tetap optimis membangun rumah tangga di usia senja.

4. Sebaran Wilayah: Prambon dan Tanjunganom Terpadat

Dari total 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Prambon mencatatkan angka pernikahan tertinggi di bulan Januari.

Top 5 Kecamatan dengan Pernikahan Terbanyak:

Prambon: 49 Peristiwa Nikah

Tanjunganom: 48 Peristiwa Nikah

Ngronggot: 46 Peristiwa Nikah

Nganjuk (Kota): 44 Peristiwa Nikah

Loceret: 33 Peristiwa Nikah

5. Tren Lokasi Akad: Fenomena "Bedol" Masih Favorit

Masyarakat Nganjuk tampaknya jauh lebih gemar melangsungkan prosesi akad nikah di rumah atau gedung (luar kantor KUA) dibandingkan di dalam kantor.

Lokasi Akad Nikah di Luar KUA (Bedol): 430 (78,9%)

Lokasi Akad Nikah di Kantor KUA: 115 (21,1%)

Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi untuk merayakan pernikahan bersama keluarga di rumah masih sangat kuat di wilayah Kabupaten Nganjuk. Kecamatan Tanjunganom dan Prambon menjadi wilayah dengan permintaan layanan luar kantor tertinggi, masing-masing mencapai 44 dan 43 layanan bedol.

Download File: 

  1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Calon Pengantin di Kabupaten Nganjuk Januari 2026
  2. Distribusi Status Perkawinan Calon Pengantin Berdasarkan Status Status Calon Suami dan Calon Istri  di Kabupaten Nganjuk Januari 2026
  3. Distribusi Usia Pasangan Pengantin Berdasarkan Kelompok Usia di kabupaten Nganjuk Januari 2026
  4. Jumlah Pernikahan Per Kecamatan di Kabupaten Nganjuk Januari 2026