Sinergi BSI dalam Rangka Meningkatkan Skill dan Kreativitas Dharmawanita Kantor Kementerian Agama Ka
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar kegiatan "Sinergi BSI dalam Rangka Meningkatkan Skill dan Kreativitas Dharmawanita Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk" di Aula Atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota DWP sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mengembangkan keterampilan dan kreativitas anggota.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, sambutan Pimpinan Cabang BSI Ahmad Yani, serta ditutup dengan doa. Dalam sambutannya, kedua pihak menegaskan pentingnya sinergi dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui peningkatan wawasan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.
Pada sesi materi, tim BSI memberikan edukasi mengenai Program Bank Emas BSI, yaitu layanan investasi emas berbasis syariah yang memudahkan masyarakat dalam membeli, menabung, dan mengelola investasi emas secara aman sesuai prinsip syariah. Melalui materi tersebut, peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan, manfaat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, serta berbagai layanan BSI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan keuangan keluarga.
Setelah sesi literasi keuangan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan membatik. Narasumber menjelaskan tahapan proses membatik, dimulai dari teknik colet atau pewarnaan motif pada kain menggunakan kuas sesuai desain yang telah dibuat. Setelah pewarnaan selesai, kain memasuki proses penguncian warna (water glass) agar warna meresap sempurna dan tidak mudah luntur. Tahap terakhir adalah pelorotan, yaitu proses menghilangkan lapisan malam (lilin batik) menggunakan air panas sehingga motif dan warna batik tampak dengan jelas.
Seluruh peserta kemudian mempraktikkan setiap tahapan membatik dengan pendampingan instruktur. Antusiasme peserta terlihat selama proses pewarnaan, penguncian warna, hingga pelorotan, yang menghasilkan karya batik dengan beragam motif dan warna. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota DWP tidak hanya memperoleh wawasan tentang literasi keuangan syariah, tetapi juga memiliki keterampilan membatik yang dapat dikembangkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus peluang usaha kreatif.





