LOMBA BERCERITA KISAH NABI TINGKAT RA SE-KECAMATAN NGRONGGOT SAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1448H
Nganjuk — Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngronggot menggelar kegiatan religius yang penuh keceriaan. Bertempat di Gedung PCNU Kecamatan Ngronggot, diselenggarakan Lomba Bercerita Kisah Nabi Tingkat Raudhotul Athfal (RA) se-Kecamatan Ngronggot pada Rabu, 3 Juni 2026.
Acara yang diinisiasi oleh DWP KUA Kecamatan Ngronggot ini, bertujuan untuk menanamkan kecintaan kepada para nabi serta membentuk karakter berakhlakul karimah pada anak sejak usia dini.
Sebanyak 22 peserta didik terbaik perwakilan dari berbagai RA di wilayah Kecamatan Ngronggot ikut serta dalam kompetisi ini.
Kemeriahan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai elemen di lingkungan Kementerian Agama dan praktisi pendidikan setempat. Hadir dalam acara ini tim Pengawas Madrasah, Penyuluh Agama Islam, serta jajaran pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Ngronggot yang juga bertindak sebagai tim juri dan pendamping kegiatan.
Ketua DWP KUA Kecamatan Ngronggot yakni Ny. Ulil Isa Musthofa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para guru RA yang telah sabar melatih para siswa.
"Melalui momentum menyambut 1 Muharram 1448 H ini, kita ingin anak-anak tidak hanya mengenal gawai, tetapi lebih mengenal dan mengidolai para nabi. Cerita adalah media terbaik untuk mentransfer nilai kejujuran, keberanian, dan keimanan kepada anak usia dini," ujarnya.
Gedung PCNU Ngronggot seketika riuh oleh tepuk tangan penonton saat satu per satu dari 22 peserta maju ke depan. Meskipun masih berusia belia, para peserta mampu menunjukkan kebolehan mereka dalam mengolah vokal, mengatur ekspresi wajah, hingga memperagakan gerakan-gerakan teatrikal kecil yang menggemaskan demi menghidupkan kisah nabi yang mereka bawakan.
Tim juri yang terdiri dari unsur Pengawas Madrasah, Penyuluh Agama, dan IGRA mengaku cukup kesulitan dalam menentukan pemenang karena seluruh peserta menampilkan performa yang luar biasa dan kompetitif. Beberapa aspek yang dinilai meliputi penguasaan materi sejarah, intonasi suara, penjiwaan, serta kesesuaian media bantu cerita yang digunakan.
Selain sebagai sarana syiar menyambut Tahun Baru Islam, ajang ini juga menjadi wadah silaturahmi akbar bagi guru-guru RA, wali murid, dan jajaran Kemenag di Kecamatan Ngronggot. Melalui perlombaan ini, diharapkan lahir generasi muda Islam di Ngronggot yang memiliki literasi keagamaan yang kuat dan bermental berani.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan pengumuman pemenang, pembagian trofi penghargaan, sertifikat, serta bingkisan motivasi bagi seluruh peserta sebagai apresiasi atas keberanian mereka tampil di muka umum. (Humas/DWP KUA Ngronggot).