Analisis Statistik Pernikahan Kabupaten Nganjuk: Potret Demografi Februari 2026

NGANJUK – Memasuki bulan kedua di tahun 2026, dinamika sosial di Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan tren yang menarik dalam hal pernikahan. Berdasarkan data terbaru bulan Februari 2026, tercatat sebanyak 292 pasangan telah meresmikan ikatan janji suci mereka.

Berikut adalah bedah data lengkap mengenai latar belakang pendidikan, status, usia, hingga persebaran wilayah pernikahan di Kabupaten Nganjuk.

1. Dominasi Lulusan Menengah Atas dalam Jenjang Pendidikan

Tingkat pendidikan pasangan pengantin di Nganjuk didominasi oleh lulusan SLTA/Sederajat. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pasangan memilih untuk membangun rumah tangga setelah menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Tingkat PendidikanCalon SuamiCalon IstriTotal
SLTA / Sederajat165150315
Diploma IV / Strata I4862110
SLTP / Sederajat304373
Tamat SD / Sederajat392665

Catatan Menarik: Terdapat tren di mana jumlah istri dengan latar belakang pendidikan Strata I (62 orang) lebih tinggi dibandingkan suami (48 orang), ditambah adanya 3 orang istri dengan latar belakang Strata II, menunjukkan tingginya partisipasi perempuan Nganjuk dalam pendidikan tinggi sebelum menikah.

2. Status Perkawinan: Mayoritas Pernikahan Pertama

ISTRI \ SUAMIBELUM KAWINCERAI HIDUPCERAI MATI
BELUM KAWIN175121
CERAI HIDUP34348
CERAI MATI51013

Berdasarkan status perkawinan, sebagian besar pasangan merupakan pengantin baru yang belum pernah menikah sebelumnya. Namun, angka pernikahan kembali bagi mereka yang berstatus cerai hidup maupun cerai mati juga tetap signifikan.

Suami (Belum Kawin): 214 orang

Istri (Belum Kawin): 188 orang

Pasangan Sesama Belum Kawin: 175 pasangan

Data menunjukkan angka Cerai Hidup pada pihak calon istri (76 orang) lebih banyak ditemukan dibandingkan calon suami (56 orang) dalam statistik pernikahan bulan ini.

3. Usia Ideal Menikah: Puncaknya di Angka 22-27 Tahun

Kelompok usia 22 hingga 27 tahun menjadi masa paling produktif bagi warga Nganjuk untuk melangsungkan pernikahan.

Puncak Usia Suami: Kelompok usia 25-27 tahun (67 orang).

Puncak Usia Istri: Kelompok usia 25-27 tahun (65 orang), diikuti sangat ketat oleh usia 22-24 tahun (62 orang).

Pernikahan di Bawah Umur (kurang dari 19 tahun): Masih ditemukan sebanyak 3 orang (1 suami, 2 istri), yang menjadi perhatian bagi program pendewasaan usia perkawinan.

Usia Senior (lebih dari 52 tahun): Tercatat ada 35 orang yang tetap optimis membangun rumah tangga di usia senja.

4. Sebaran Wilayah: Ngronggot dan Prambon Terpadat

Dari total 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Ngronggot mencatatkan angka pernikahan tertinggi di bulan Februari.

Top 5 Kecamatan dengan Pernikahan Terbanyak:

Ngronggot: 29 Peristiwa Nikah

Prambon: 27 Peristiwa Nikah

Nganjuk (Kota): 26 Peristiwa Nikah

Tanjunganom: 25 Peristiwa Nikah

Loceret: 24 Peristiwa Nikah

5. Tren Lokasi Akad: Fenomena "Bedol" Masih Favorit

Masyarakat Nganjuk tampaknya jauh lebih gemar melangsungkan prosesi akad nikah di rumah atau gedung (luar kantor KUA) dibandingkan di dalam kantor.

Lokasi Akad Nikah di Luar KUA (Bedol): 212 (72,6%)

Lokasi Akad Nikah di Kantor KUA: 80 (27,4%)

Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi untuk merayakan pernikahan bersama keluarga di rumah masih sangat kuat di wilayah Kabupaten Nganjuk. Kecamatan Prambon dan Tanjunganom menjadi wilayah dengan jumlah layanan luar kantor (bedol) tertinggi, masing-masing mencapai 21 layanan.

Download File:

  1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Calon Pengantin di Kabupaten Nganjuk Februari 2026
  2. Distribusi Status Perkawinan Calon Pengantin Berdasarkan Status Calon Suami dan Calon Istri di Kabupaten Nganjuk Februari 2026
  3. Distribusi Usia Pasangan Pengantin Berdasarkan Kelompok Usia di kabupaten Nganjuk Februari 2026
  4. Jumlah Peristiwa Nikah Per Kecamatan di Kabupaten Nganjuk Februari 2026